
Jakarta – Proses transformasi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) kini mendapatkan pengawasan yang lebih ketat berkat kolaborasi antara Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, sekaligus melakukan perbaikan pada laporan keuangan dan menyederhanakan struktur anak perusahaan. Dony Oskaria, selaku Kepala BP BUMN dan COO Danantara, menekankan bahwa kunjungan ke Telkom adalah bagian dari agenda strategis untuk memastikan transformasi perusahaan berjalan sesuai dengan instruksi Presiden.
Poin Utama Transformasi Telkom Indonesia
Dalam rangka memastikan transformasi Telkom berjalan dengan baik, terdapat tiga fokus utama yang diidentifikasi. Pertama, penataan laporan keuangan agar lebih transparan. Dony Oskaria mengatakan, “Kita harus memastikan buku keuangan bersih; kami akan melakukan penataan ulang pembukuan di Telkom. Kedua, kita harus menyelesaikan proses streamlining pada tahun ini. Ketiga, pembersihan struktur organisasi untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi dengan cara yang benar, tepat, dan bersih.”
Penegasan dari Dony mengenai pentingnya kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Transformasi digital Telkom, menurutnya, harus memberikan nilai tambah yang nyata dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pentingnya Penguatan Tata Kelola Perusahaan
BP BUMN menekankan bahwa penguatan tata kelola perusahaan sangat penting untuk memastikan bahwa pencatatan dan pembukuan berjalan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, serta mengacu pada benchmark industri. Ini termasuk peningkatan daya saing yang didorong melalui proses streamlining anak perusahaan agar lebih fokus, efisien, dan adaptif terhadap dinamika industri yang terus berubah.
Aspek penegakan hukum juga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pengelolaan BUMN yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dengan penguatan sistem pelaporan dan pengawasan secara berkelanjutan, diharapkan setiap proses bisnis dapat berjalan secara optimal dan akuntabel.
Memperkuat Fundamental Bisnis Telkom
Langkah-langkah yang diambil oleh BP BUMN dan Danantara diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis Telkom dalam jangka panjang. Tujuannya adalah agar perusahaan tidak hanya mampu bersaing di pasar global, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Seiring dengan itu, agenda perampingan besar-besaran terhadap portofolio BUMN sedang disiapkan melalui berbagai skema merger dan konsolidasi lintas sektor. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah entitas hingga sekitar 300 perusahaan yang memiliki skala ekonomi yang signifikan dan daya saing yang lebih kuat.
Strategi Pengurangan Jumlah Perusahaan BUMN
Dony Oskaria sebelumnya telah menyampaikan bahwa pengurangan jumlah perusahaan pelat merah ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan ekosistem BUMN yang lebih efisien dan kompetitif di level global. “Kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan finansial yang baik, serta sumber daya manusia yang kompeten,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Februari 2026.
Dampak Restrukturisasi pada Telkom
Restrukturisasi yang dilakukan BP BUMN juga berdampak langsung pada Telkom. Danantara berencana untuk memangkas 66 anak perusahaan di bawah grup Telkom, sehingga hanya menyisakan beberapa entitas yang akan berfokus pada empat pilar bisnis utama: telekomunikasi, infrastruktur serat optik (InfraCo), menara (Mitratel), dan pusat data.
Dalam upaya ini, Dony juga menyatakan bahwa integrasi struktur organisasi akan dilakukan secara vertikal untuk mengurangi pemborosan operasional. “Nantinya, semua dari bawah akan tergabung ke atas, sehingga ini akan mengurangi banyak inefisiensi yang terjadi selama ini,” tambahnya.
Strategi Efisiensi dalam Organisasi
- Pengurangan jumlah anak perusahaan untuk fokus pada bisnis inti.
- Integrasi organisasi secara vertikal untuk mengurangi pemborosan.
- Peningkatan transparansi laporan keuangan.
- Streamlining proses bisnis untuk efisiensi operasional.
- Penerapan standar akuntansi yang ketat dan sesuai industri.
Dengan semua langkah ini, BP BUMN dan Danantara berharap dapat mengoptimalkan kinerja Telkom untuk menghadapi tantangan di era digital. Setiap inisiatif yang diterapkan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga untuk memastikan bahwa Telkom dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kesimpulan Transformasi Telkom Indonesia
Transformasi Telkom Indonesia di bawah pengawasan BP BUMN dan Danantara merupakan langkah penting untuk memastikan perusahaan ini dapat bersaing di tingkat global. Dengan penekanan pada transparansi, efisiensi, dan tata kelola yang baik, diharapkan Telkom mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ekonomi nasional. Langkah-langkah yang diambil saat ini adalah investasi untuk masa depan, memastikan bahwa Telkom tetap relevan dan kompetitif dalam industri yang terus berkembang.



