Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Lele dengan Bantuan 10 Kolam Bioflok dari BRI Kepanjen

Dalam upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyerahan 10 unit kolam bioflok kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Barokah yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Acara penyerahan ini berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, dan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan usaha perikanan di daerah tersebut.
Apa Itu Kolam Bioflok?
Kolam bioflok merupakan inovasi dalam budidaya ikan yang memanfaatkan teknologi rekayasa lingkungan. Sistem ini menggunakan mikroorganisme, seperti bakteri pengurai, untuk mengelola limbah yang dihasilkan selama proses budidaya. Limbah ini, yang biasanya berupa kotoran ikan dan sisa pakan, diolah menjadi gumpalan nutrisi yang dikenal sebagai flok. Proses ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan kolam, tetapi juga meningkatkan kualitas pakan alami bagi ikan.
Nilai Bantuan dan Tujuannya
Bantuan yang diberikan oleh BRI kepada Pokmas Barokah senilai Rp 89 juta. Penyerahan dana ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk memberdayakan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kegiatan usaha produktif. Dengan adanya kolam bioflok ini, diharapkan kelompok tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha budidaya ikan lele yang mereka kelola.
Manfaat Kolam Bioflok untuk Budidaya Ikan Lele
Kolam bioflok yang diserahkan akan digunakan untuk dua kegiatan utama: pembibitan dan pembesaran ikan lele. Setiap kolam memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu menampung hingga 5.000 ekor bibit lele. Dengan demikian, kelompok ini dapat meningkatkan produktivitas dan hasil tangkapan, yang pada gilirannya mendukung pengembangan usaha budidaya perikanan secara lebih efisien.
Pernyataan dari Ketua Pokmas Barokah
Retno Widianto, selaku Ketua Pokmas Barokah, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh BRI. Menurutnya, dukungan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan dan pengembangan usaha mereka. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya tambahan kolam bioflok, kapasitas budidaya ikan lele yang kami kelola dapat meningkat sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kelompok dan memberikan manfaat ekonomi bagi para anggota,” ungkap Retno.
Keanggotaan dan Aktivitas Pokmas Barokah
Pokmas Barokah terdiri dari sekitar 20 anggota yang secara aktif mengembangkan usaha budidaya ikan lele. Kegiatan ini bukan hanya sekadar usaha, tetapi juga merupakan sumber penghasilan penting bagi masyarakat setempat. Dengan adanya dukungan infrastruktur yang memadai, mereka dapat berfokus pada peningkatan hasil tangkapan serta kualitas ikan lele yang dibudidayakan.
Apresiasi dari Pihak Desa dan BRI
Kepala Desa Ngajum, Setyo Budi, juga memberikan apresiasi terhadap perhatian BRI dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi pendorong semangat bagi anggota kelompok untuk terus meningkatkan usaha mereka. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas dukungannya kepada masyarakat Desa Ngajum. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepedulian BRI Terhadap Pemberdayaan Ekonomi
Herwansyah, sebagai Branch Office Head BRI Kepanjen, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendorong pemberdayaan UMKM dan memperkuat ekonomi kerakyatan. “Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, BRI tidak hanya hadir melalui layanan perbankan dan pembiayaan, tetapi juga melalui berbagai program TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Harapan untuk Pengembangan Usaha
Herwansyah menambahkan, bantuan kolam bioflok ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi Pokmas Barokah. Dengan demikian, usaha mereka dapat lebih mandiri dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, bukan hanya untuk anggota kelompok, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar. Menurutnya, sektor budidaya perikanan memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi lokal.
Pentingnya Dukungan Sarana Produksi
Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kelompok usaha masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. “BRI percaya bahwa pertumbuhan UMKM dan kelompok usaha masyarakat adalah fondasi penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” tegas Herwansyah.
Komitmen Berkelanjutan BRI
BRI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan yang dapat menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan peluang usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambah Herwansyah.
Dari berbagai inisiatif yang telah dilakukan, terlihat bahwa kolam bioflok bukan hanya sebagai sarana budidaya ikan lele, tetapi juga sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi. Dengan kolaborasi antara lembaga perbankan dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta ekosistem budidaya ikan lele yang semakin berkembang dan berkelanjutan.




