Reses Desa Jambur Padang Matinggi: Zubaidah Mendengarkan Curhatan Warga Tentang Narkoba

Desa Jambur Padang Matinggi tengah menghadapi tantangan serius terkait peredaran narkoba, sebuah isu yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses II yang diadakan oleh Zubaidah Nasution, anggota DPRD Mandailing Natal dari Fraksi Partai Golkar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa pada tanggal 16 Mei 2026. Selama dua jam pertemuan, masyarakat setempat menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi, dengan fokus yang kuat pada dampak negatif narkoba terhadap generasi muda.
Isu Narkoba yang Menghantui Masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, warga mengungkapkan rasa khawatir yang mendalam terkait ancaman narkoba. Mereka merasa terjepit antara keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka dan ketakutan akan kemungkinan terjerumusnya anak-anak dalam dunia gelap barang terlarang ini. Respon yang diberikan oleh masyarakat menunjukkan betapa mendesaknya masalah ini.
Rasa ketidakpastian yang melanda warga desa bukan tanpa alasan. Mereka telah menyaksikan kasus-kasus di mana remaja di lingkungan mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, yang tidak hanya merusak masa depan individu, tetapi juga mengguncang struktur sosial di komunitas tersebut.
Kehadiran Para Tokoh dan Pihak Berwenang
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Camat Panyabungan Utara, Adi Melperi, serta Kepala Desa Khoirul Anwar Nasution. Kehadiran tokoh masyarakat, alim ulama, kaum ibu, dan pemuda menunjukkan bahwa isu ini telah menjadi perhatian bersama. Sekitar 100 warga desa turut serta dalam dialog yang penuh makna ini.
Camat Adi Melperi menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan reses ini. Ia menyoroti bahwa kondisi keuangan desa mengalami efisiensi yang signifikan, berkat program-program dari pemerintah pusat. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan untuk pembangunan fisik desa harus dipertimbangkan kembali, terutama dalam konteks pengurangan alokasi Dana Desa.
Pentingnya Dukungan untuk Pembangunan Desa
Dalam sambutannya, Adi Melperi mengingatkan bahwa tahun 2026 kemungkinan besar desa tidak akan dapat mengandalkan Dana Desa untuk pembangunan fisik. Ia berharap agar Zubaidah dapat menyampaikan aspirasi ini kepada lembaga legislatif untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan.
Kepala Desa Khoirul Anwar Nasution tidak ragu untuk meminta Zubaidah agar langsung menghubungi Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy, SIK, MSI, untuk membahas permasalahan narkoba yang tengah melanda desa. Ini menunjukkan adanya urgensi untuk mengatasi masalah ini secara kolaboratif dan sistematis.
Solusi untuk Korban Narkoba
Warga bernama Berlian Hasibuan menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan dini dalam menangani masalah narkoba. Ia berharap agar anak-anak yang terlanjur terjerumus dapat mendapatkan rehabilitasi, bukan hanya hukuman penjara. Pendekatan rehabilitatif ini dianggap lebih manusiawi dan berpotensi memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Zubaidah merespons dengan penuh empati. Ia mengakui keprihatinan mendalam terhadap situasi ini dan berkomitmen untuk mengawal isu narkoba dengan serius. Menurutnya, hukum harus memprioritaskan rehabilitasi bagi mereka yang menjadi korban, bukan hanya penegakan hukum yang bersifat represif.
Komitmen Tindakan Nyata
Dalam pernyataannya, Zubaidah menegaskan bahwa bagi mereka yang terlibat sebagai pemakai—bukan pengedar—harus diarahkan pada rehabilitasi medis dan sosial. Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk lebih aktif menangkap bandar dan pengedar narkoba hingga ke akar-akarnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi Zubaidah untuk diteruskan kepada pihak berwenang.
“Koordinasi dengan pihak kepolisian akan saya lakukan segera,” tegas Zubaidah, menempatkan harapan pada tindakan yang konkret dalam menangani permasalahan ini.
Aspirasi Lain dari Masyarakat
Selain permasalahan narkoba, Ali Umar Batubara, perwakilan dari warga, mengangkat dua isu penting lainnya terkait kesejahteraan dan ekonomi desa. Pertama, ia menyoroti pentingnya kejelasan regulasi terkait pengelolaan lahan sawit yang disiapkan untuk anak-anak yatim di desa. Hal ini menunjukkan perhatian masyarakat terhadap masa depan generasi penerus.
Ali Umar juga menyampaikan harapan akan kehadiran penyuluh pertanian dan peternakan yang dapat memberikan bimbingan bagi petani lokal. Dengan demikian, diharapkan para petani dapat mengelola lahan mereka secara lebih profesional dan efisien.
Tindakan Cepat dari Zubaidah
Zubaidah merespons dengan sigap terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Ali Umar. Ia memberikan tali asih kepada pengurus anak yatim dan berjanji untuk mempercepat realisasi bantuan bibit sawit dari Dinas Pertanian Madina. Ia bertekad untuk mengawal proses distribusi bantuan tersebut agar dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Saya akan segera menghubungi Dinas Pertanian untuk memastikan bahwa bantuan bibit sawit dapat disalurkan tanpa kendala,” ungkap Zubaidah, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Keterbukaan Komunikasi
Menutup agenda reses, Zubaidah menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara dirinya dan konstituennya. Ia mengingatkan bahwa warga tidak perlu menunggu momen reses atau harus datang ke kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Pintu rumahnya di Kelurahan Sipolu-polu selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berdiskusi demi kemajuan masyarakat.
Dengan langkah-langkah nyata yang diambil oleh Zubaidah dan dukungan semua elemen masyarakat, diharapkan desa Jambur Padang Matinggi dapat mengatasi permasalahan narkoba dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Komitmen bersama untuk melawan narkoba dan membangun masa depan yang lebih baik akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan tersebut.